hari ini aku belajar untuk berjuang untuk orang lain, belajar memulikan Bapa dalam kesusahan..
Bapa, hari ini chaca bingung harusnya kaya gimana lagi, tapi chaca nda mau berhenti disini, kemenangan akan chaca dapatkan,,berjuang bersama Bapa itu kekuatannya. tapi yang jadi masalah aku nda biasa ngomong segala yang aku rasakan dengannya, hanya melalui kertas itulah bentuk dari semua luapan perasaan ini..
sebenarnya aku harus seperti apa lagi Bapa? bagaimana aku harus jadi air agar dengan kelembutan memenangkan hatinya. aku kadang menangis, mengingat semua yang pernah ku jalani, aku memang nda memikirkan lagi segalanya kehidupan yang pernah ku jalani tapi sekarang aku mau berjalan disampingNYA selamanya.
cinta beda keyakinan? apakah aku memang harus pertahankan cinta ini yha Bapa? aku takut menyakiti hatiMU juga aku nda sanggup melihatnya kesakitan ketika ku tinggalkan dia. bagaimana caranya agar kebenarannya dapat ia mengerti Bapa. prioritasku adalah Bapa sekarang bukan dia,
Bapa, aku percayakan hidupku dalam tanganMu, aku nda bisa jalani ini semua sendiri, nda tau bagaimana..
hmmm...
BalasHapustak berani komentar saia kalau soal cinta
sebab itu adalah persoalan paling rumit nomor 27 di dunia ini
hehe :) sekarang itu cuma tulisan temand, aku sekarang bisa memenangkannya. Bapa memang punya cara, indah pada waktu na itu janji-NYA.
Hapusmakasih komentar na yha, senang bisa kenal kamu... Bless u