Jumat, 01 Juli 2011

tradisional dances

Giring-giring
Giring-giring merupakan suatu tarian khas daerah Kalimantan Tengah. Terlebihnya bagi suku dayak Ma’anyan. Tarian ini sungguh sangat sederhana namun diperlukan ketajaman untuk menyesuaikan antara gerakan tarian dengan musik yang dimainkan. Tari giring-giring ini biasanya digunakan pada waktu acara-acara tertentu dalam tradisi suku tersebut. Misalnya saja ketika acara perkawinan atau pada acara 3 tahunan meninggalnya arwah orang meninggal ( dikenal dengan siwah dalam bahasa aslinya). Tarian ini menggambarkan suatu kebahagian bagi si penari, biasa juga digunakan sebagai ajar silahturahmi, perkenalan bagi kaum muda, dan jangan heran jika acara ini berlangsung begitu banyak muda-mudi yang turut menari. Wah, ternyata sebagai ajang cari jodoh juga ya.  Tapi, nggak berhenti sampai disitu tari giring-giring ini banyak penggemarnya lho., tak hanya para orangtua, dewasa, remaja, anak-anak juga menyukainya. Dan saya pun terasa ingin menari ketika mendengar suara musiknya, ya bagaimana tidak alunan musik dan suara dari alat musiknya, ditambah sorak-sorai paran penonton menambah semaraknya suasana.
Alat musik yang digunakan untuk oleh para penari adalah seruas bambu yang telah dilobangi dan diisi dengan beberapa biji-bijian dilengkapi dengan sebuah tongkat. Jumlah biji-bijian yang diperlukan sangat menentukan kualitas dari suara alat musik yang dimainkan.
Tarian ini seriangnya digunakan dalam acara-acara keagaman umat Hindu Kahariangan tapi sekarang telah dibudidayakan dalam sanggar tari sehingga digunakan dalam acara-acara seperti penyambutan tamu-tamu agung, acara perkawinan, atau pun acara seni budaya yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata sebagai suatu wadah melestarikan kebudayaan daerah. Pada acara seni budaya ini setiap kabupaten mengirim beberapa penari handalnya untuk dipertandingkan dengan para penari lainnya sebagai sebuah kompetisi.

Selendang
Tari selendang,
 Hmm... dari namanya sudah dapat dibaca kalau dalam menarikannya menggunakan sebuah selendang. Ya memang benar, para penari tari selendang menggunakan sebuah selendang dalam menarikan tariannya. Kedengarannya gampang ya, tapi tau kah kita sebenarnya ini tarian yang rumit bole dibilang, karna para penarinya harus mempunyai gerakan tubuh yang lentur, tidak kaku dalam menarikannya. Wah, kebayang ya gimana kalau yang menariakannya itu adalah orang yang badannya kaku tentu akan sangat suulit juga tak bagus oleh mata. Alunan musik yang pelan dan suara gong yang menegaskan dari gerakan para penarinya yang lemah gemulai. Konsentrasi tinggi antara menyesuaikan gerahan dengan irama musik yang pelan.
Gelang
Tarian gelang adalah sebuah tarian yang rumit untuk ditirukan. Tarian gelang ini bisa ditarikan oleh laki-laki dan perempuan. Hanya saja berbeda jika yang menarikannya laki-laki atau perempuan. Jika laki-laki yang menarikannya maka disebut tari gelang bawu, dalam bahasa dayak ma’anyan bawu berarti cabai dalam bahasa indonesia dan ukuran gelangnya lebih besar  dan berat dari gelang yang digunakan oleh penari perempuan. Sedangkan jika perempuan yang menarikannya maka disebut dengan tariang gelang dadas, ukuran gelangnya lebih kecil, dan suara yang dihasilkan dari gelang tersebut lebih melengking dari gelang yang digunkan oleh para penari laki-laki.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar