perlahan-lahan aku teluri jalan kota ini, dan masih segar diingatanku ketika ku jalui jalan ini bersamamu. kita tertawa bersama bersama, kau memegangi tanganku ketika aku takut..
waktu itu ketika aku berkunjung ke kotamu. untuk menemui mu. panas na terik matarahi waktu itu tak membuatku patah semangat, karna ku dapati senyumanmu..
kau buat aku tersenyum sekarang, mengingat masa itu. buat aku berpikir tentang dirimu, bagaimanakah dirimu sekarang?
masih kah kau bisa mengingat diriku, seperti aku sekarang?
mengenang masa indah kita..
di kota ini waktu itu, kau mengajakku untuk berjalan-jalan ke salah satu tempat wisata tapi sayang ketika itu empat wisata na nda buka jadi kamu mengajakku ke satu tempat pelarianmu ketika kau lagi direndung sedih.
awal na aku pikir tempat na pasti padang rumput yg luas, eh setelah sampai ternyata tempat na adalah sebuah sungai kecil. air na hitam banyak batuan dan ada beberapa kayu di sungai. ada jembatan kecil disana, nda jauh dari situ ada sebuah irigasi yg dibuat oleh penduduk setempat.
hehe, kita maen air, kemudian berjemur sebentar karena basah. ketika itu kau mengajak aku untuk mandi tp karna aku takut liat air na, aku memutuskan untuk memandangimu saja. aku berjalan melalui kayu" yg ada dipinggiran sungai dan ku akui aku memang tak pandai menjaga keseimbanganku sehingga membuat aku hampir terjatuh.
namun, kau dengan segera membantuku, memegang tanganku untuk melalui batang"kayu yg ada, sampai aku bisa berada ditengah-tengah sungai itu. aku berdiri, ku lebar kan kedua tanganku dan ku tutup mataku, kurasakan angin yg menerpis diwajahku.
kau hanya tersenyum melihat tingkahku.
ketika hari semakin terik kita beristirahat dibawah pepohonan, ku memandangi dirimu dalam", dan kau hanya melirikku dengan ujung matamu. yha Tuhan, sungguh kau membuat aku terpesona, hehe..
hembusan angin, gemercik suara air, suasana alam yang masih terlihat asli menambah keindahan dalam kebersamaan kita. kau dan aku begitu bahagia saat itu. kita berbicara banyak sampai tak terasa hari telah sore, waktu untuk berpisah. aku terdiam membisu, badanku berat untuk berjalan melangkahkan kaki, aku masih ingin bersamamu.
kau mengerti yg aku rasakan, kau menciumku dan memeluk tubuhku hingga membuat aku luluh tak berdaya. ketika itu kau biarkan aku memelukmu untuk beberapa lama, hingga hatiku bisa tenang. tetes air mata tak terasa mengalir dipipi ku, seakan berat rasa na tuk melepaskan pelukanmu,
kau hapus air mataku dan kau katakan bahwa kita akan bertemu lagi, kita akan jalan-jalan bersama lagi. aku sayang kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar